Menikmati Hidangan Istimewa Akhir Tahun di Bandung

Hidangan Istimewa Akhir Tahun

Menikmati Hidangan Istimewa Akhir Tahun di Bandung

Mamah bapak dan adik-adik

Desember adalah salah satu bulan yang saya tunggu-tunggu  karena waktunya ke Bandung, jenguk orang tua dan mengajak anak-anak liburan sekolah di sana. Apa nggak bosan setiap akhir tahun liburan di Bandung? Alhamdulillah nggak. Masih terpesona dengan  bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang ada di Bandung seperti Gedung Sate, Gedung Merdeka, gedung-gedung sepanjang jalan Braga. Belum bosan berjalan di sepanjang jalan Dago  yang rindang. Jalan pagi di jembatan gantung Babakan Siliwangi dan tentu saja menikmati kulinernya, dari masakan khas Sunda bikinin Mamah,  jajanan masa kecil dan kuliner yang sedang hits di Bandung.

Masakan Mamah  memang selalu di hati walaupun menurut orang lain  masakan Mamah B aja, kalau untuk lidah anaknya tetap menempati urutan  satu.

Masakan Mamah

Salah satu masakan mamah yang saya kangenin adalah karedok dan tumis oncom leunca. Memasak kedua masakan ini mudah tapi rasanya beda kalau mamah yang memasak. Yang istimewa, jika saya ke Bandung dan mamah masak makanan ini makannya ngariung (rame-rame), mamah  sengaja ngundang  makan  saudara-saudara (bibi, sepupu, ua) di teras rumah dengan pelengkap sambal, pete bakar, goreng ikan asin, goreng tahu, tempe, ikan goreng, nikmatnya jadi double.

Karedok

Karedok adalah salah satu masakan khas Sunda yang sebenarnya tidak dimasak (tidak ditumis, tidak digoreng, tidak dikukus, tidak dibakar), olahannya dari bumbu dan bahan mentah   campuran kacang panjang dan kemangi (ada juga yang ditambah kol dan tauge), diiris tipis dengan bumbu  bawang merah, bawang putih, cabe rawit dan kencur. Cara membuatnya, haluskan bumbu, masukkan irisan sayuran aduk sambil diulek kasar. Karedok enak dinikmati dadakan, begitu dibuat langsung dimakan, jadi taste segar dari sayurannya terasa. Bisa dibilang karedok adalah representasi makanan orang sunda yang suka lalapan (sayuran mentah) dan sambal. 

Tumis oncom leunca

Salah satu makanan yang populer dari Jawa Barat adalah oncom tapi beda lho oncom Bandung dan daerah lain di Jabar.   Oncom Bandung dibuat dari kacang tanah, jadi teksturnya padat, warnanya abu-abu kehitaman. Karena terbuat dari kacang nilai nutrisinya lebih tinggi dari oncom lain. Bedanya tumis oncom Bandung bikinan mamah selain bumbu halus bawang merah, bawang putih, cabe rawit dan kencur, daun kemangi, tambahkan juga irisan cabe gendot.

Pake cabe gendot ini cabe dengan bentuk bulat pendek, rasanya pedas. Cabe ini ada di hampir semua pasar di Bandung tapi jarang  saya temui di pasar Pamulang (Tangsel).

oncom dan cabe gendot

tumis oncom leunca


Jajanan masa kecil

Ke Bandung sekaligus bernostalgia dengan jajanan masa kecil yang masih ada hingga sekarang, dua diantaranya;  Batagor H. Darto dan Awug pasar pagi Simpang Dago. Jajan kedua makanan ini seperti memutar ingatan ke masa lalu.  Oh ya rumah saya di daerah Cisitu jadi kalau ke pasar atau jajan ya ke Pasar Simpang Dago, tinggal jalan kaki jaraknya tidak sampai 500 meter. 

Batagor H. Darto

Batagor H Darto Simpang Dago


Batagor H. Darto tidak sepopuler batagor Bandung lain seperti batagor Isan atau Kingsley. Untuk harganya pun batagor H. Darto lebih murah dari batagor Ikhsan atau Kingsley , satu pcs hanya 6000. Satu porsi batagor Haji Darto 18 ribu, isi tiga pcs. Jika beli setengah porsi, isi 2 psc. Jangan bayangkan batagor yang biasa dijual di gerobak-gerobak di Jakarta atau Bogor ya, ukuran batagor ini cukup besar. Tersedia dua pilihan menu,  batagor kering dengan bumbu kacang atau batagor kuah, potongan batagor diberi kuah semacam kuah bakso.

Batagor kuah


Warung Batagor H Darto sudah ada sejak tahun 1980,  usaha yang kini dipegang generasi ketiga dari Bapak H. Darto. Penampilan warungnya tidak banyak berubah, ala warung kaki lima.

Awug Pasar Simpang Dago 

Saya tidak menyangka  awug yang biasa di jajajakan tak jauh dari pintu masuk Pasar Simpang Dago pada pagi hari ini masih ada . Panjang umur ibu penjual awug.

Saat sekolah saya dapat tugas dari Ibu yaitu setiap pagi ke pasar (karena Ibu saya jualan kue), kalau ada kembalian saya belikan awug, waktu itu harganya masih 500 . Sekarang  mulai harga 5000. Terdiri dari awug, lupis, cenil dan klepon.

awug pasar pagi simpang dago


Saya mengenalkan kedua makanan ini pada anak-anak tapi mereka hanya suka lupisnya hehehe. 

Kuliner Kekinian

Bakso Iga Pak Eko Wastu Kencana

Nyobain bakso iga pak Eko ini karena idenya si anak gadis yang lihat review bakso ini  di media sosial. Saya pun langsung ngiler waktu nonton videonya.  Terletak di jalan wastu kencana no 1. Tempatnya tidak terlalu luas jadi kalau mau makan tenang dan leluasa jangan hari libur ya hehehe.

Juara sih rasa basonya, rasa daging sapinya terasa sesuai harganya seporsi mie/bihun bakso 30 ribu dengan isi empat baso.  Sedangkan seporsi mie/bihun bakso iga harganya  35 ribu dengan jumlah bakso 3. Tersedia pilihan bakso iga mie yamin juga. 

bihun bakso

bakso iga 

mantap nih gaes....


Rekomended banget buat pecinta bakso dan iga. 

Jabarano Kopi

Ke Bandung ga jalan-jalan ke Braga itu serasa ada yang kurang walaupun pas musim liburan tempat ini padet banget, tapi dinikmati aja karena saya bisa ke Bandungnya pas liburan sekolah anak-anak.

Jabarano kopi


Kopi yang pernah diendorse kang RK (atau mungkin kang RK  punya saham di sini).  Yang lagi hits ga heran jika sabtu minggu penuh.


nasi goreng pete

croissant 

nasi goreng mertua

Selain aneka kopi, Jabarano Kopi menawarkan  menu lunch seperti nasi goreng, katsu, sop domba dll. Jajanan khas Bandung seperti cuanki, cireng. Ada juga mie ayam. Untuk teman kopinya aneka cake, donat dan croissant. 
Untuk harga kopi mulai 22 ribu, lunch 35 ribu. 

Saya ke sini sekalian bertemu dengan teman-teman SMA  yang sudah puluhan tahun tidak ketemu, beberapa bahkan sejak kami lulus jadi tidak ketemu sekitar 25 tahun. Bertukar cerita masa lalu sambil menikmati kopi dan aneka makanan (saling icip makanan yang kami pesan). 

Saat ini, semakin banyak gerai coffe shop lokal dengan tempat nyaman kualitas rasa dan pelayanan ok, harga bersaing bahkan lebih murah. Kalau bukan kita yang bikin usaha lokal maju siapa lagi. Cinta produk dalam negeri jangan hanya sekedar jargon.

Warung Pengkolan Jati 

Melipir sedikit dari Bandung, kami sengaja kulineran ke Sumedang tepatnya di jalan Raya Cimalaka Cipadung kab. Sumedang. Salah satu adik saya yang mentraktir, mamah sama bapak ikut serta. Menu khas yang ditawarkan di sini adalah ayam bakar dan ikan  bumbu cobek. Tempatnya berupa saung-saung, cocok untuk acara kuliner bareng keluarga, harganya relatif terjangkau. 

Kami memesan satu ayam bakar (utuh), tiga ikan sambal cobek, tempe mendoan, tahu, jengkol 2 jenis sambal dan 8 porsi nasi sekitar 400 rb an. Satu porsi nasinya lumayan besar. 


Ngariung

Tumis kangkung, mendoan dan ikan belum datang


Itulah cerita hidangan istimewa akhir  tahun yang saya nikmati bersama teman dan keluarga, menikmati makan sambil berbincang tentang kenangan masa lalu dan harapan di masa depan. Bisa intip video reelsnya di sini

Bagaimana dengan teman-teman? Boleh donk rekomendasi kuliner enak versi teman-teman di kolom komentar atau ikutan di blog challenge Indonesia Food Blogger.

17 komentar

  1. Duh bikin ngiler mbak.
    2 tahun saya tinggal di bandung, jadi kenal leunca. Tapi masih belum bisa makan oncom. Kalau batagor dan lumpia basah, ini jajanan favorit tiap minggu pagi kalau jalan di gasibu

    BalasHapus
  2. Ampuuun...ngiler bener bacanya, bulan depan Insya Allah libur panjang mau ke Bandung , mesti disimpan nih listnya dan didatangi nanti biar puas kulineran.
    Btw, samaaa...setiap libur sekolah saya juga ajak anak-anak mudik ke kampung saya di Kediri, mumpung masih ada Mbahnya sayang kalau enggak dikunjungi,

    BalasHapus
  3. Duuuh..aku baca ini malem2 dan mendadak jadi pengin batagor bandung. Kaaan...kaaan..kaaaan. Bahaya bgt emang baca artikel kuliner malem2 hehehe. Saya pernah tinggal di bandung kurleb 5 tahun, jd langsung jg terbayang kuliner2 lainnya. Auuuh, kabita kaan jadinya :D

    BalasHapus
  4. Kemarin aku ke Bandung cuma ke daerah Asia Afrika aja nih. Next ke Bandung lagi kayanya harus cobain batagor nya deh.

    BalasHapus
  5. Kuduna manggilnya teh Rina yaa..
    Seneng banget bisa pulkam dan menikmati waktu-waktu bersama keluarga. Aku belum pernah makan Bakso Iga Pak Eko Wastu Kencana.
    Biasanya ngebaso di Baso Boedjangan. Ga autentik rasa baso Bandung si yaa..

    Gak pernah bosen sama Bandung, iya banget.
    Mencintai dengan segala keriweuhan lalu lintasnya dan kenyamanan cuacanya.

    BalasHapus
  6. Aah ... saya baru wacana aja mau nyicipin Bakso Iga Pak Eko Wastu Kencana. Udah lama pengen ke sana, tapi belum sempet aja. Keliatan porsinya banyak dan bikin kenyang pastinya ya.
    Konon baksonya mantap, ya, Teh? Duh jadi pengen cepet nyicipin ke sana.

    BalasHapus
  7. Sedap sedapppp semuaaaa

    aku jadi mupeng ke BDG nih mbaa
    pastinya seruuuuu bgt ya.
    bisa culinary trip sampe puaasss

    BalasHapus
  8. Favoritku si Jabarano Coffee... Karena akhir Desember kemarin sempat liburan ke Bandung, terus kami mampir ke Jabarano untuk makan siang dan ngopi.

    BalasHapus
  9. Akhir tahun kujuga makan-makan sederhana, tapi menunya sosis sama seblak, ckckck. Baca ini jadi lapar. Btw, udah lama banget gak makan Oncom. Kalau Leunca, kapan hari Ibuku buat jadi sambel

    BalasHapus
  10. Puas banget nih kulineran di Bandungnya Mba Rin milao dr jajanan dan makanan kenangan, kuliner khas lokal smp kuliner kekinian. Mumpung lg di Bandung ya, tp emang bandung mah syurga kuliner gak soh. KE Jabarano ketemu Kang Emil ga mbaa

    BalasHapus
  11. Semua makanannya aku kangeeenn.. Gustiii...huhuhu menunggu dengan sabar dua bulan lagi bisa mudik ke Bandung. Aku selalu bawa cabe gendot sebagai oleh-oleh Bandung, karena di sini nggak ada yaa...dan ini luar biasa pedesnya euy apalagi kalau di lodeh atau di-ase cabe. Tapi enaaaakkk...

    BalasHapus
  12. Ya Allah Teh, itu karedok sama tutug oncom sangat menggoda.
    Eh lupa, selamat tahun baru ya Teh. Semoga sehat dan sukses selalu bersama keluarga
    Kapan kapan hunting kulinernya ke Cianjur ya... Hehehe

    BalasHapus
  13. Ya ampyunn aku sering ke Bandung tapi belum icip2 kuliner yang disebutkan diatas.
    Jadi ngiler pengen ternyata beberapa jajanan tradisionalnya spt di solo jawa tengah.
    Seperti awug.

    BalasHapus
  14. ya ampun ada cabe gendot. untuk orang yang sama pedes cuma coel2 aja aku kalau ketemu cabe gendot kayaknya bakalan minum air putih terus hahaha.

    BalasHapus
  15. Baru ngerti olahan awug yang biasa disandingin sama cenil dan klepon kalau di Bandung. Maret tahun lalu saya ke sana dan belum banyak yang saya explore Mak. Cuma di daerah kota aja. Next harus nyobain rekomendasi dari Mak Rina deh!

    BalasHapus
  16. Siang-siang lihat menu tumis oncom leunca, jadi lapar lagi nih aku. Dulu mamaku suka masakin ini dan rasanya tiada duanya haha. Eh, tapi aku pakai oncom yang biasa, bukan yang Bandung punya. Kayaknya lebih nikmat ya oncom yang terbuat dari kacang tanah ini.

    BalasHapus
  17. Kangen banget deh kulineran di Bandung, terutama masakan Sunda kayak karedok terus pengen batagor jugaa, ah Bandung ngangenin

    BalasHapus